Respon tentang konten medsos zaman sekarang
“Media sosial itu awalnya ruang untuk berbagi ilmu, informasi, dan kreativitas. Tapi kalau isinya makin didominasi konten joget tanpa arah atau hal-hal yang minim nilai, itu jadi tanda ada pergeseran fungsi. Yang jadi masalah bukan jogetnya, tapi ketika algoritma lebih mengangkat hiburan kosong daripada konten yang membangun pola pikir. Akhirnya banyak orang terbiasa konsumsi yang instan, tapi miskin makna. Ini yang perlu kita sadari bersama.”
Yang mengkhawatirkan, ini bukan hanya memengaruhi cara orang menggunakan waktu, tapi juga memengaruhi pola pikir, selera, bahkan standar perilaku. Banyak orang akhirnya lebih fokus mencari perhatian daripada membangun kualitas diri. Jika terus dibiarkan, media sosial bisa menjadi ruang yang lebih banyak membentuk budaya konsumtif dan validasi semata, bukan budaya belajar dan berkembang. Karena itu, yang perlu diperbaiki bukan hanya kontennya, tapi juga kesadaran penggunanya dalam memilih dan menyaring apa yang mereka lihat.”
“Selain itu, fenomena ini juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin mudah terpengaruh oleh tren tanpa mempertimbangkan dampaknya. Banyak konten dibuat hanya untuk mengejar popularitas, likes, dan views, tanpa memikirkan nilai atau pesan yang dibawa. Akibatnya, generasi muda yang paling sering mengakses media sosial bisa menganggap hal-hal seperti itu sebagai sesuatu yang wajar dan patut ditiru. Jika tidak ada keseimbangan antara hiburan dan edukasi, media sosial justru bisa menjadi sarana yang melemahkan pola pikir kritis dan menggeser prioritas hidup ke arah yang lebih dangkal.”
Komentar
Posting Komentar